Berwudhu merupakan satu kegiatan yg MESTI dan PASTI dilakukan kaum muslim(ah), terutama saat hendak mendirikan sholat dan mandi wajib/mandi besar (atau apapun itu istilahnya).
Kali ini saya hendak menuliskan tata cara berwudhu dengan berlandaskan Al Qur’an dan Sunnah Rasululloh SAW.
Dasar berwudhu, terutama saat hendak mendirikan sholat adalah ayat berikut:
“Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu hendak mengerjakan salat, maka basuhlah mukamu dan tanganmu sampai dengan siku, dan sapulah kepalamu dan (basuh) kakimu sampai dengan kedua mata kaki, dan jika kamu junub maka mandilah, dan jika kamu sakit atau dalam perjalanan atau kembali dari tempat buang air (kakus) atau menyentuh perempuan, lalu kamu tidak memperoleh air, maka bertayamumlah dengan tanah yang baik (bersih); sapulah mukamu dan tanganmu dengan tanah itu. ALLOH tidak hendak menyulitkan kamu, tetapi Dia hendak membersihkan kamu dan menyempurnakan nikmat-Nya bagimu, supaya kamu bersyukur.” (Al Maidah(5):6)
Di ayat tersebut sudah dituliskan juga tata cara wudhu yg benar (berikut dengan urutannya). Saya coba buat dalam langkah-langkah yg (semoga) lebih mudah dipahami.
1. Berniat (sekali lagi, TIDAK PERLU berniat dalam bahasa Arab. Bahasa Indonesia juga bisa digunakan untuk berniat).
2. Membaca basmalah. “Tidak sah wudhu orang yang tidak menyebut nama ALLOH” (HR Imam Ahmad, dan dinilai hasan oleh Al-Albani di dalam kitab Al-Irwa’ (81)). Saya pernah membaca jika lupa membaca Basmalah, tidak apa2. Tapi lebih baik mengucapkan.
3. Membasuh dua telapak tangan sebanyak 3 kali. Dilakukan yg kanan dahulu dilanjutkan dengan yg kiri.
- Dan dari Humran bahwa Utsman pernah meminta dibawakan air wudhu, maka ia membasuh kedua telapak tangannya tiga kali, …kemudian membasuh tangan kanannya sampai ke siku tiga kali, kemudian tangan kirinya seperti itu pula, kemudian mengusap kepalanya, kemudian membasuh kaki kanannya sampai mata kaki tiga kali, kemudian kaki kirinya seperti itu pula, kemudian berkata, “Aku melihat Rasululloh berwudhu seperti wudhuku ini. “(Mutafaq alaih).
4. Berkumur sebanyak 3 kali.
- “Kemudian Rasululloh memasukkan tangannya, kemudian berkumur dan memasukkan air ke dalam hidung dengan satu tangan sebanyak tiga kali.” (Mutafaq ‘alaih).
5. Memasukkan air dan mengeluarkannya dari hidung sebanyak 3 kali.
- “Kemudian Rasululloh memasukkan tangannya, kemudian berkumur dan memasukkan air ke dalam hidung dengan satu tangan sebanyak tiga kali.” (Mutafaq ‘alaih).
6. Membasuh seluruh wajah sebanyak 3 kali. Dalam beberapa rujukan, bagi yg mempunyai jenggot mesti membasuhnya juga (pada saat bersamaan dg membasuh wajah).
- “Merupakan kebiasaan (Nabi shallallahu ‘alaihi was sallam. ) jika beliau akan berwudhu, beliau mengambil segenggaman air kemudian beliau basuhkan (ke wajahnya) sampai ke tenggorokannya kemudian beliau menyela-nyelai jenggotnya”. Kemudian beliau mengatakan, “Demikianlah cara berwudhu yang diperintahkan Robbku kepadaku” (HR Abu Dawud)
7. Membasuh tangan kanan hingga siku bersamaan dengan menyela-nyelai jemari tangan sebanyak 3 kali lalu dilanjutkan dengan yang kiri.
- “Kemudian beliau membasuh tangannya yang kanan sampai siku sebanyak tiga kali, kemudian membasuh tangannya yang kiri sampai siku sebanyak tiga kali” (HR Bukhori & Muslim)
8. Menyapu seluruh kepala dengan cara mengusap dari depan ditarik ke belakang, lalu ditarik lagi ke depan, dilakukan sebanyak 1 kali
- Dan dari Abdullah bin Zaid bin Ashim dalam tatacara wudhu, ia berkata,“Dan Rasululloh mengusap kepalanya, menyapukannya ke belakang dan ke depan.” (Mutafaq alaih).
- “(Beliau) memulai dari bagian depan kepalanya sampai ke tengkuk, kemudian menariknya lagi ke bagian depan tempat semula memulai.” (HR Bukhori & Muslim)
- Dan dalam riwayat Ibnu Amr tentang tata cara berwudhu, katanya, “Kemudian ( Rasululloh ) mengusap kepalanya, dan memasukkan dua jari telunjuknya ke masing-masing telinganya, dan mengusapkan kedua jari jempolnya ke permukaan daun telinganya.” (H.R . Abu Dawud, Nasa`i dan disahihkan oleh Ibnu Khuzaimah)
9. Menyapu bagian luar dan dalam telinga sebanyak 1 kali.
- Dan dalam riwayat Ibnu Amr tentang tata cara berwudhu, katanya, “Kemudian (Rasululloh) mengusap kepalanya, dan memasukkan dua jari telunjuknya ke masing-masing telinganya, dan mengusapkan kedua jari jempolnya ke permukaan daun telinganya.” (H.R . Abu Dawud, Nasa`i dan disahihkan oleh Ibnu Khuzaimah)
10. Membasuh kaki kanan hingga mata kaki bersamaan dengan menyela-nyelai jemari sebanyak 3 kali kemudian dilanjutkan dengan kaki kiri.
- “Kemudian beliau membasuh kedua kakinya hingga dua mata kaki” (HR Bukhori & Muslim)
- “Jika beliau shallallahu ‘alaihi was sallam berwudhu, beliau menggosok jari-jari kedua kakinya dengan dengan jari kelingkingnya” (HR Tirmidzi, Abu Dawud)
Ke-10 langkah di atas hendaknya dilakukan dengan tertib, yakni berurutan. Tidak dari no 1 ke no 3, lalu 4, baru no 2, dst.
Semoga berguna.
Minggu, 24 Juli 2011
Minggu, 17 Juli 2011
AL QURAN SEBAGAI “THE WAY OF LIVE “ SEORANG MUSLIM
Oleh : Goweng Abdul Majid Al-Hadi
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ
Pengertian
Pengertian Al-Qur’an menurut bahasa (lughat) : Al-Qur’an berasal dari kata qa-ra-a, yaitu bentuk masdar yang artinya bacaan. Al-Qur’an dengan makna tersebut diantaranya terdapat dalam ayat berikut :
”Sesungguhnya atas tanggungan Kamilah mengumpulkannya (didadamu) dan (membuatmu pandai) membacanya. Apabila Kami telah selesai membacakannya maka ikutilah bacaannya itu.” (QS. Al-Qiyamah : 17-18)
Sedangkan pengertian Al-Qur’an menurut istilah adalah kalam Allah SWT yang merupakan mukjizat yang dirunkan kepada Nabi Muhammad SAW melalui Jibril dan membacanya merupakan ibadah. Dari pengertian diatas, kalam Allah SWT yang diwahyukan kepada Nabi-nabi selain Nabi Muhammad SAW tidak dinamakan Al-Qur’an seperti Taurat, Zabur dan Injil. Selain itu perlu diketahui tidak semua firman Allah yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW di sebut Al-Qur’an. Ada yang disebut Hadist Qudsi.
· Beda antara hadist Qudsi dengan Al-Qur’an sebagai berikut :
a. Isi dan redaksi ayat-ayat Al-Qur’an langsung dari Allah SWT, sedangkan hadist Qudsi isinya dari Allah tetapi redaksi kalimatnya dari Nabi Muhammad SAW.
b. Membaca Al-Qur’an merupakan ibadah, sedangkan hadist Qudsi tidak merupakan ibadah.
Al-Qur’an mempunyai banyak nama, menurut pendapat sebagian ulama, Al-Qur’an itu mempunyai lebih dari 90 nama. Tetapi nama lain Al-Qur’an yang paling terkenal ada 4 saja seperti berikut :
1. Al-Kitab atau Kitabullah, merupakan kesamaan dari kata Al-Qur’an yang artinya bacaan. Dalam Al-Qur’an nama Al-Kitab antara lain terdapat dalam surat Al-Baqarah ayat kedua.
· Sesuai Firman-Nya :
”Kitab (Al-Qur’an) itu tidak ada keraguan padanya, petunjuk bagi mereka yang bertakwa.” (QS. Al-Baqarah : 2)
2. Al-Furqan, artinya Pembeda yaitu yang membedakan antara yang benar (hak) dan yang salah (bathil).
· Seperti yang terdapat dalam Firman-Nya :
”Maha suci Allah yang telah menurunkan Al-Furqan (Al-Qur’an) kepada hamba-Nya agar dia menjadi peringatan bagi seluruh alam.” (QS. Furqon : 1)
3. Al-Huda yang berarti petunjuk.
· Seperti Firman-Nya:
”Dan sesungguhnya tatkala kami mendengarkan petunjuk (Al-Qur’an), kami beriman kepadaNya.......” (QS. Al-Jin : 13)
4. Adz Dzikir yang berarti peringatan.
· Seperti Firman Allah SWT :
”Sesungguhnya Kamilah yang menurunkan Adz Dzikir (Al-Qur’an) dan sesungguhnya Kami pula yang memeliharanya (menjaganya). (QS. Al-Hijr : 9)
Karena setiap kaum (golongan ummat manusia pada era tertentu) Allah telah memberikan petunjuk dan pedoman. Baik itu pedoman HABLUMMINALLAH (hubungan antara manusia dengan Tuhannya /aqidah) maupun HABLUMMINANNAS (hubungan manusia dengan manusia lain/ muammalah). Dan kita sebagai makhluk Allah yang ada di era Muhamma karena tidak ada Nabi setelah Nabi Muhammad, wajib hukumnya untuk mengikuti tuntunan serta ajaran yang dibawa Rasulullah Muhammad SAW.
Sudah cukup banyak ayat yg menyatakan bahwa ISLAM-LAH AGAMA YG PALING BENAR DI SISI ALLOH SWT.
- “Dan Ibrahim telah mewasiatkan ucapan itu kepada anak-anaknya, demikian pula Yakub. (Ibrahim berkata): “Hai anak-anakku! Sesungguhnya Allah telah memilih agama ini bagimu, maka janganlah kamu mati kecuali dalam memeluk agama Islam“.” (Al Baqarah(2):132)
- “Sesungguhnya agama (yang diridai) di sisi Allah hanyalah Islam. Tiada berselisih orang-orang yang telah diberi Al Kitab kecuali sesudah datang pengetahuan kepada mereka, karena kedengkian (yang ada) di antara mereka. Barang siapa yang kafir terhadap ayat-ayat Allah maka sesungguhnya Allah sangat cepat hisab-Nya.” (Al Imran(3):19)
- “Barang siapa mencari agama selain agama Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu) daripadanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi.” (Al Imran(3):85)
- “Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepada-Nya; dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan beragama Islam.” (Al Imran(3):102)
- “Diharamkan bagimu (memakan) bangkai, darah, daging babi, (daging hewan) yang disembelih atas nama selain Allah, yang tercekik, yang dipukul, yang jatuh, yang ditanduk, dan yang diterkam binatang buas, kecuali yang sempat kamu menyembelihnya, dan (diharamkan bagimu) yang disembelih untuk berhala. Dan (diharamkan juga) mengundi nasib dengan anak panah, (mengundi nasib dengan anak panah itu) adalah kefasikan. Pada hari ini orang-orang kafir telah putus asa untuk (mengalahkan) agamamu, sebab itu janganlah kamu takut kepada mereka dan takutlah kepada-Ku. Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridai Islam itu jadi agama bagimu. Maka barang siapa terpaksa karena kelaparan tanpa sengaja berbuat dosa, sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (Al Maidah(5):3),
Akan tetapi, untuk AQIDAH atau KETUHANAN, Islam MENJADI EKSKLUSIF! Tidak ada toleransi untuk beragama! Mungkin ayat berikut akan menegaskan bahwa Islam MELARANG TOLERANSI DALAM HAL KETUHANAN!
“Katakanlah: “Hai orang-orang yang kafir, - aku tidak akan menyembah apa yang kamu sembah. - Dan kamu bukan penyembah Tuhan yang aku sembah. - Dan aku tidak pernah menjadi penyembah apa yang kamu sembah. - Dan kamu tidak pernah (pula) menjadi penyembah Tuhan yang aku sembah. - Untukmulah agamamu dan untukkulah agamaku“. (Al Kaafiruun(109))
Perhatikan ayat terakhirnya, bahwa untuk urusan agama, kita sudah diatur untuk TIDAK TOLERANSI.
Hal yg patut dicatat, tidak toleransi di sini BUKAN berarti umat lain harus dibasmi! Umat Islam justru TIDAK BOLEH MENGGANGGU (bahkan mestinya MELINDUNGI) umat lain yg berbeda keyakinan. Bahkan Islam MELARANG umatnya untuk MEMAKSA umat agama lain utk masuk Islam!
“Tidak ada paksaan untuk (memasuki) agama (Islam); sesungguhnya telah jelas jalan yang benar daripada jalan yang sesat. Karena itu barang siapa yang ingkar kepada Thaghut dan beriman kepada Allah, maka sesungguhnya ia telah berpegang kepada buhul tali yang amat kuat yang tidak akan putus. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” (Al Baqarah(2):256)
Sejarah Al quran
Kalau kita menyinggung tentang sejarah alquran, kita tdak akan lepas dari sejarah kerasulan Muhammad SAW. Muhammad diangkat menjadi Rasul ketika ummat manusia berada dalam masa Jahiliyyah (baca: kebodohan). Dimana manusia seperti kehilangan pedoman dan tujuan hidup. Semua diukur dengan akal dan materi. Penyembahan penyembahan kepada berhala masih menjadi tradisi bangsa arab pada masa itu.
Negeri Arab sebelum Nabi Muhammad diangkat menjadi Rasul, terkenal dengan sebutan Jahiliyah. Sebutan ini diberikan karena masyarakat Arab waktu itu memiliki perilaku yang telah melampaui batas. Berzina, berjudi, merampok, mabuk-mabukan, membunuh anak – anak perempuan, menyembah berhala, dan sebagainya merupakan pemandangan sehari-hari. Melihat perilaku masyarakat yang telah rusak tersebut, pada saat itu Nabi Muhammad SAW berumur 40 tahun, beliau pun banyak melakukan perenungan. Beliau sering mengasingkan diri di Goa Hira untuk menghindari hiruk pikuknya kota mekkah ketika itu.
Setelah melakukan khalwat beberapa lama di Goa Hira, pada malam 17 Ramadhan atau 6 Agustus 610 M, datanglah Malaikat Jibril kepada Nabi Muhammad dan menyuruhnya untuk membaca tulisan yang dibawa Jibril. Dengan agak terkejut beliau menjawab : ”Aku tidak dapat membaca.” Jawaban tersebut dikemukakan Nabi berulang-ulang, hingga akhirnya Jibril membimbing beliau sampai mampu membaca.
Adapun ayat yang dibawa Malaikat pada saat itu adalah :”Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang menciptakan. Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah dan Tuhanmulah yang paling pemurah, yang mengajar manusia dengan perantaraan kalam. Dia mengajarkan manusia apa yang tidak diketahuinya.” (QS. Al-Alaq : 1-5)
Peristiwa yang dialami Nabi Muhammad SAW pada tanggal 17 Ramadhan itulah yang menandai turunnya wahyu pertama sehingga diperingati oleh umat Islam diseluruh dunia sebagai malam Nuzulul Qur’an (malam dirunkannya Al-Qur’an). Selain itu, kejadian tersebut juga merupakan titik awal diangkatnya Muhammad sebagai Rasul Allah SWT.
Kandungan Al quran
· Al-Qur’an dirunkan sebagai petunjuk bagi sekalian manusia dan menjadi pedoman hidup untuk mencapai kebahagiaan dunia dan akhirat. Pendapat yang paling populer mengatakan bahwa secara kseluruhan Al-Qur’an terdiri atas 30 Juz, 114 surat, 554 ruku’ dan 6.666 ayat diawali dengan Al-Fatihah dan di akhiri dengan surat An-Nas. Para ulama berselisih pendapat tentang lamanya masa Al-Qur’an diturunkan. Ada yang berpendapat Al-Qur’an diturunkan selama 20 tahun, 23 tahun bahkan 25 tahun. Hal ini disebabkan mereka berselisih pendapat tentang lamanya Nabi bermukim di Mekah setelah diangkat menjadi Rasul. Pendapat yang terkuat, mengatakan Al-Qur’an diturunkan selama 22 tahun 2 bulan 22 hari, yaitu mulai dari malam 17 Ramadhan tahun 41 dari kelahiran Nabi SAW hingga 9 Dzulhijjah tahun ke-10 Hijriyah (633 M).
Adapun masa turunnya Al-Qur’an dapat dibagi menjadi dua sebagai berikut :
a. Ketika Nabi Muhammad SAW berada di Mekah selama 12 tahun 5 bulan 13 hari. Surat-surat yang turun disebut surat-surat Makkiyah, dengan ciri-ciri sebagai berikut :
1. Umumnya suratnya pendek-pendek
2. Berisi tentang ajaran tauhid (keimanan) tentang syurga dan neraka
3. Ayatnya dimulai dengan lafdz : Ya ayuhannas artinya, wahai manusia.
b. Ketika Nabi berada di Madinah setelah melakukan hijrah, selama 9 tahun 9 bulan 9 hari. Surat-surat yang turun disana disebut surat-surat Madaniyah, dengan ciri-ciri sebagai berikut :
1. Umumnya suratnya panjang-panjang
2. Berisi tentang hukum dan mu’amalat
3. Ayatnya dimulai dengan lafadz : ya ayyuhalladzina amanu artinya, wahai orang-orang yang beriman.
Masa turunnya wahyu dinyatakan berakhir setelah Nabi menerima wahyu terakhir yaitu surat Al-Maidah ayat 3 yang diturunkan saat Nabi berada di padang Arafah guna melaksanakan haji wada’ (haji perpisahan) pada tanggal 9 Dzulhijjah tahun 10 H. (633 M).
”...... Pada hari ini telah Kusempurnakan untukmu agamamu dan telah Ku cukupkan nikmatKu, serta Kuridho’i Islam sebagai agamamu....” (QS. Al-Maidah : 3)
Surat Al-Maidah, ayat ketiga ini secara jelas menunjukkan jaminan Allah bahwa Islam telah di nyatakan sempurna, isinya merangkum semua persolan hidup manusia, sehingga orang yang berpegang kepada Islam, akan memperoleh nikmat yang sempurna pula dan Allah juga telah meridho’i Islam sebagai agama umat manusia.
Agar manusia sukses menjalankan tugas – tugas pokok (utamanya) itu diperlakukan suatu pedoman atau petunjuk sehingga ia dapat tetap berada pada jalan yang benar dan tidak tersesat. Oleh karena itu, dengan sifat Rahman dan Rahim-Nya, Allah SWT menurunkan petunjuk berupa kitab suci. Bagi kita umat Nabi Muhammad SAW telah di beri pedoman berupa Al-Qur’an. Al-Qur’an berisi ketentuan – ketentuan tentang segala sesuatu yang bertujuan mengantarkan manusia selamat di dunia dan akhirat. Hal ini dijelaskan oleh Allah dalam Al-Qur’an.
· Sesuai Firman Nya
”Sesungguhnya Al-Qur’an ini memberikan petunjuk kepada (jalan) yang lebih lurus dan memberi kabar gembira kepada orang-orang yang beriman yang mengerjakan amal shaleh bahwa bagi mereka pahala yang besar.” (QS. Al-Isra : 9)
· Dan Firman Nya :
”Alif laam miim, Kitab (Al-Qur’an) itu tidak ada keraguan padanya, petunjuk bagi mereka yang bertakwa, yaitu mereka yang beriman kepada yang gaib, yang mendirikan shalat dan menafkahkan sebagian rezeki yang Kami anugerahkan kepada mereka. Dan mereka yang beriman kepada kitab (Al-Qur’an) yang telah di turunkan kepadamu dan kitab-kitab yang telah di turunkan sebelummu serta mereka yakin akan adanya kehidupan akhirat.” (QS. Al-Baqarah 1-5)
Dari Ayat 1-5 surat Al-Baqarah di atas dapat disimpulkan bahwa hanya orang-orang yang bertakwalah yang menjadikan Al-Qur’an sebagai petunjuk. Siapa orang-orang yang bertakwa itu? Yaitu mereka yang percaya kepada yang gaib dan wahyu yang diturunkan Allah, menegakkan shalat dan membayar zakat. Itulah orang yang bertakwa menurut ayat tersebut diatas. Selanjutnya Allah SWT juga menegaskan, orang-orang dengan ciri-ciri takwa itulah yang selalu berada dalam hidayah dan akan selalu memperoleh keuntungan. Oleh kaerna itu bila kita ingin sukses dalam hidup ini, tidak ada cara lain kecuali menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman dalam setiap aktivitas (perbuatan) kita.
Semoga bermanfaat
Sabtu, 16 Juli 2011
Ramadan 2011 / 1432 Prayer Times Schedule( JADWAL PUASA 1432 H )
Ramadan 2011 / 1432 Prayer Times Schedule
| Month: | 9/1432, | 8-9 | / 2011 C.E |
| Location: | Jakarta, | INDONESIA |
| Calculation Method: | Muslim World League |
| Juristic Method: | Standard |
| |
| Day | Ramadan | Gregorian | Fajr | Sunrise | Dhuhr | Asr | Maghrib | Isha |
| Mon | 1 | 1/8 | 4:52 | 6:03 | 12:00 | 3:22 | 5:55 | 7:03 |
| Tue | 2 | 2/8 | 4:52 | 6:03 | 12:00 | 3:22 | 5:55 | 7:03 |
| Wed | 3 | 3/8 | 4:52 | 6:03 | 11:59 | 3:21 | 5:55 | 7:03 |
| Thu | 4 | 4/8 | 4:51 | 6:03 | 11:59 | 3:21 | 5:55 | 7:03 |
| Fri | 5 | 5/8 | 4:51 | 6:02 | 11:59 | 3:21 | 5:55 | 7:03 |
| Sat | 6 | 6/8 | 4:51 | 6:02 | 11:59 | 3:21 | 5:55 | 7:03 |
| Sun | 7 | 7/8 | 4:51 | 6:02 | 11:59 | 3:21 | 5:55 | 7:03 |
| Mon | 8 | 8/8 | 4:51 | 6:02 | 11:59 | 3:21 | 5:55 | 7:03 |
| Tue | 9 | 9/8 | 4:51 | 6:01 | 11:59 | 3:20 | 5:55 | 7:03 |
| Wed | 10 | 10/8 | 4:51 | 6:01 | 11:59 | 3:20 | 5:55 | 7:03 |
| Thu | 11 | 11/8 | 4:50 | 6:01 | 11:59 | 3:20 | 5:55 | 7:02 |
| Fri | 12 | 12/8 | 4:50 | 6:01 | 11:58 | 3:20 | 5:55 | 7:02 |
| Sat | 13 | 13/8 | 4:50 | 6:00 | 11:58 | 3:20 | 5:55 | 7:02 |
| Sun | 14 | 14/8 | 4:50 | 6:00 | 11:58 | 3:19 | 5:55 | 7:02 |
| Mon | 15 | 15/8 | 4:50 | 6:00 | 11:58 | 3:19 | 5:55 | 7:02 |
| Tue | 16 | 16/8 | 4:49 | 5:59 | 11:58 | 3:19 | 5:55 | 7:02 |
| Wed | 17 | 17/8 | 4:49 | 5:59 | 11:57 | 3:18 | 5:55 | 7:02 |
| Thu | 18 | 18/8 | 4:49 | 5:59 | 11:57 | 3:18 | 5:55 | 7:01 |
| Fri | 19 | 19/8 | 4:49 | 5:58 | 11:57 | 3:18 | 5:55 | 7:01 |
| Sat | 20 | 20/8 | 4:48 | 5:58 | 11:57 | 3:17 | 5:55 | 7:01 |
| Sun | 21 | 21/8 | 4:48 | 5:58 | 11:56 | 3:17 | 5:55 | 7:01 |
| Mon | 22 | 22/8 | 4:48 | 5:57 | 11:56 | 3:17 | 5:54 | 7:01 |
| Tue | 23 | 23/8 | 4:47 | 5:57 | 11:56 | 3:16 | 5:54 | 7:01 |
| Wed | 24 | 24/8 | 4:47 | 5:56 | 11:56 | 3:16 | 5:54 | 7:00 |
| Thu | 25 | 25/8 | 4:47 | 5:56 | 11:55 | 3:15 | 5:54 | 7:00 |
| Fri | 26 | 26/8 | 4:46 | 5:55 | 11:55 | 3:15 | 5:54 | 7:00 |
| Sat | 27 | 27/8 | 4:46 | 5:55 | 11:55 | 3:14 | 5:54 | 7:00 |
| Sun | 28 | 28/8 | 4:46 | 5:55 | 11:55 | 3:14 | 5:54 | 7:00 |
| Mon | 29 | 29/8 | 4:45 | 5:54 | 11:54 | 3:13 | 5:54 | 6:59 |
| Note 1: Fajr means both Fajr Athan (Azan) and Imsak (starting fast) and Maghrib means both Maghrib Athan (Azan) and Iftar (breaking fast). |
| Note 2: Ramadan starting date is according to Makkah. |
Rabu, 15 Juni 2011
Shalat Gerhana Matahari dan Bulan

Salah satu shalat sunnah yang dianjurkan oleh Rasulullah saw adalah shalat gerhana, baik gerhana matahari maupun gerhana bulan. Hal ini dimaksudkan untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT dan mengagungkan- Nya.
Aisyah radhiyallahu ’anha berkata, ketika Rasulullah saw masih hidup, pernah terjadi gerhana matahari. Rasulullah saw pun keluar menuju masjid. Beliau berdiri dan bertakbir. Mendengar itu, para sahabat pun berdatangan dan berbaris di belakang beliau. Beliau membaca surah yang panjang kemudian bertakbir. Lalu beliau ruku’ cukup lama, namun waktunya kurang dari waktu bacaan pertama. Kemudian beliau mengangkat kepalanya dan membaca, ”Sami’allaahu lima hamidah, Rabbana walakal hamdu (Allah Maha mendengar orang yang memuji-Nya).” Kemudian beliau berdiri lagi dan membaca surah yang panjang, tapi bacaannya lebih pendek dari bacaan pertama. Kemudian beliau saw takbir dan ruku’ yang lamanya lebih pendek dari ruku’ yang pertama. Kemudian beliau mengucapkan ”Sami’allahu liman hamidah, Rabbana walakal hamdu”, kemudian sujud.
Pada rakaat berikutnya, beliau melakukan seperti itu hingga sempurna dengan empat kali
ruku dan empat kali sujud. Setelah itu, matahari tampak sebelum beliau pergi. Selanjutnya, beliau saw berdiri dan menyampaikan khutbah kepada jamaah. Setelah memuji Allah dengan puji-pujian yang layak bagi-Nya, beliau bersabda, ”Sesungguhnya matahari dan bulan merupakan dua tanda dari tanda-tanda kekuasaan Allah. Terjadinya gerhana matahari atau bulan bukanlah karena kematian seseorang atau kehidupannya. Jika kalian melihat keduanya (matahari dan bulan mengalami gerhana), maka bersegeralah kalian mengerjakan shalat.” (HR. Bukhari dan Muslim)
I. Hukum:
Sunnah Muakkadah, berdasarkan kesepakatan (ijma’) para ulama.
II. Dalil (Landasan Hukum):
Sunnah Rasulullah saw (Hadits):
1. ”Sesungguhnya matahari dan bulan merupakan dua tanda dari tanda-tanda kekuasaan Allah swt. Terjadinya gerhana matahari atau bulan bukanlah karena kematian seseorang atau kehidupannya. Jika kalian melihat keduanya (gerhana matahari dan bulan), maka bersegeralah kalian mengerjakan shalat.” (HR. Bukhari dan Muslim, dari Aisyah radhiyallahu ’Anha).
2. ”Apabila kalian melihat sedikit dari tanda-tanda Allah SWT tersebut (gerhana matahari dan gerhana bulan), maka segeralah berzikir, berdo’a kepada-Nya, dan memohon ampunan-Nya.” (HR. Bukhari, dari Abu Musa Al-Asy’ariy radhiyallahu ’anhu).
3. ”Jika kalian melihat sebagian dari gerhana tersebut, maka lakukanlah shalat hingga terang.” (HR. Muslim)
III. Sifat:
1. Pada dasarnya, shalat gerhana (matahari dan bulan) tidak jauh berbeda dari shalat lainnya, lebih mirip dengan shalat subuh, hanya saja dalam shalat gerhana disyariatkan dua kali ruku’ dalam satu raka’at.
2. Shalat gerhana disunnahkan dilakukan secara berjamaah sebagaimana yang telah dilakukan oleh Rasulullah saw bersama sahabat-sahabatnya.
3. Shalat gerhana dilakukan dengan bacaan yang keras (suara jahr)
IV. Cara Pelaksanaan:1. Pada rakaat pertama, membaca surah Al-Fatihah dan surah yang panjang, seperti surah al-Baqarah atau yang lainnya.
2. Kemudian ruku’ dalam waktu yang lama, lalu bangkit dari ruku’ dengan mengangkat
kepala seraya membaca ”Sami’allahu liman hamidah, Rabbana walakal hamdu (Allah Maha mendengar siapa yang memuji-Nya. Ya Tuhan kami, bagimulah segala pujian)”.
3. Setelah berdiri, membaca surah yang panjang (lebih pendek dari sebelumnya), seperti
surah Ali Imran atau selainnya.
4. Kemudian ruku’ lagi (untuk kedua kalinya), dengan ruku’ yang lebih pendek dari sebelumnya. Lalu bangkit dari ruku’ dan membaca ”Sami’allahu liman hamidah, Rabbana walakal hamdu (Allah Maha mendengar siapa yang memuji-Nya. Ya Tuhan kami, bagimulah segala pujian)”.
5. Kemudian bersujud sebanyak dua kali, dengan sujud yang lama.
6. Duduk di antara dua sujud tidak lama.
7. Pada rakaat kedua, hal-hal yang dilakukan tidak berbeda dengan rakaat pertama;bacaan, ruku’ dan sujud yang lama.
8. Setelah itu, duduk tasyahhud lalu salam.
Perhatian:
- Apabila shalat gerhana selesai sebelum gerhana berakhir, maka para jamaah melanjutkan dengan zikir, doa dan istigfar, hingga gerhana berakhir.
- Apabila gerhana telah berakhir ketika orang-orang masih shalat, maka shalat tetap dilanjutkan hingga selesai dan tidak dihentikan, namun dikerjakan lebih cepat.
- Jika diketahui bahwa gerhana tidak akan berlangsung lama, maka pilihlah surah-surah—
yang dibaca setelah Al-Fatihah—yang sesuai (menurut Jumhur ulama).
V. Waktu Pelaksanaan: 1. Sejak mulai terjadinya gerhana hingga selesai. Rasulullah saw bersabda, ”Jika kalian
melihat sebagian dari gerhana tersebut, maka lakukanlah shalat hingga terang.” (HR. Muslim);
2. Apabila gerhana berakhir sebelum melaksanakan shalat gerhana, maka tidak perlu
mengqadha’nya.
VI. Amalan saat Gerhana:
Selain melaksanakan shalat gerhana, dianjurkan pula;
- Memperbanyak zikir dan do’a
- Memperbanyak istigfar (permohonan ampun),
- Memperbanyak sedekah,
- Memperbanyak perbuatan-perbuatan baik lainnya
*) Referensi:
- Al-Mulakhkhash Al-Fiqhiy (Fikih Sehari-Hari) oleh DR. Saleh Al-Fauzan;
- Al-Wajiz fi Fiqh As-Sunnah oleh Syaikh Abdul ’Azhim bin Badri Al-Khalafiy.
- Fiqh As-Sunnah oleh Syaikh Sayyid Sabiq
Sabtu, 11 Juni 2011
NASAB SILSILAH KETURUNAN NABI MUHAMMAD SAW
Dibanding bangsa lain seperti mesir yang peradabannya sudah mengenal baca tulis, kelebihan bangsa arab adalah hapalan yang kuat mengenai berbagai syair dan silsilah keturunan nenek moyang mereka. Mereka dapat menghapal ribuan syair dan silsilah keturunan mereka puluhan generasi diatasnya. Itulah mungkin mengapa Allah mengutus nabi Muhammad SAW yang umi atau tidak bisa baca tulis.
Dibawah akan saya perlihatkan silsilah keturunan nabi Muhammad rasulullah SAW berturut turut hingga sampai ke nabi adam
MUHAMMAD SAW bin ABDULLAH bin ABDUL MUTHALIB (alias SYAIBAH) bin HASYIM (alias AMRU) bin ABDU MANAF (alias AL MUGHIRAH) bin QUSHAY (alias ZAID) bin KILAB bin MURAH bin KA'B bin LU'AY bin GHALIB bin FIHR ( julukannya QURAISY dan jadi cikal bakal nama kabilah QURAIS) bin MALIK bin AN-NADHR (alias QAIS) bin KINANAH bin KHUZAIMAH bin MUDRIKAH (AMIR) bin ILYAS bin MUDHAR bin NIZAR bin MA'AD bin ADNAN
(Nasab diatas disepakati kebenarannya oleh pakar biografi dan ulama )
ADNAN bin UDAD bin HAMAISA' bin SALAMAN bin AUSH bin BAUZ bin QIMWAL bin UBAY bin AWAM bin NASYID bin HAZA bin BALDAS bin YADLAF bin THABIKH bin JAHIM bin NAHISY bin MAKHI bin AIDH bin ABQAR bin UBAID bin AD-DA'A bin HAMDAN bin SINBAR bin YATSRIBI bin YAHZAN bin YALHAN bin AR'AWY bin AID bin DAISYAN bin AISHAR bin AFNAD bin AIHAM bin MUQSHIR bin NAHITS bin ZARIH bin SUMAY bin MUZAY bin IWADHAH bin ARAM bin QAIDAR bin ISMA'IL as bin IBRAHIM as
(masih jadi perselisihan walau sebagian besar mereka menyepakatinya)
IBRAHIM as bin TARIH (AZAR) bin NAHUR bin SARU' ATAU SARUGH bin RA'U bin FALAKH bin AIBAR bin SYALAKH bin ARFAKHSYAD bin SAM bin NUH alaihis alam bin LAMK bin MATAUSYALAKH bin AKHNUKH atau IDRIS alaihisalam bin YARD bin MAHLA'IL bin QAINAN bin YANISYA bin SYAITS bin ADAM alaihi salam
(disepakati didalamnya ada data yang tidak benar)
Nabi ibrahim sendiri hidup sekitar tahun 1800 sebelum masehi...
Nabi muhammad SAW lahir hari senin tanggal 20 atau 22 april 571 Masehi atau tanggal 9 rabi'ul awal (4 bulan setelah peristiwa abrahah dan pasukan gajah berusaha menguasai mekah namun digagalkan Allah)
Nabi diangkat menjadi rasul bulan ramadhan malam tanggal 21, atau 10 agustus 610 Masehi saat beliau berumur 40 tahun 6 bulan 12hari menurut kalender hijriah atau berusia 39 tahun 3 bulan 20 hari menurut kalender Masehi
Nabi hijrah ke madinah hari jumat, 12 rabi'ul awal atau 27 september 622 atau 14 tahun kenabiannya
wafat hari senin 12 rabi'ul awal 11 Hijriah dalam usia 63 tahun 4 hari
Dibawah akan saya perlihatkan silsilah keturunan nabi Muhammad rasulullah SAW berturut turut hingga sampai ke nabi adam
MUHAMMAD SAW bin ABDULLAH bin ABDUL MUTHALIB (alias SYAIBAH) bin HASYIM (alias AMRU) bin ABDU MANAF (alias AL MUGHIRAH) bin QUSHAY (alias ZAID) bin KILAB bin MURAH bin KA'B bin LU'AY bin GHALIB bin FIHR ( julukannya QURAISY dan jadi cikal bakal nama kabilah QURAIS) bin MALIK bin AN-NADHR (alias QAIS) bin KINANAH bin KHUZAIMAH bin MUDRIKAH (AMIR) bin ILYAS bin MUDHAR bin NIZAR bin MA'AD bin ADNAN
(Nasab diatas disepakati kebenarannya oleh pakar biografi dan ulama )
ADNAN bin UDAD bin HAMAISA' bin SALAMAN bin AUSH bin BAUZ bin QIMWAL bin UBAY bin AWAM bin NASYID bin HAZA bin BALDAS bin YADLAF bin THABIKH bin JAHIM bin NAHISY bin MAKHI bin AIDH bin ABQAR bin UBAID bin AD-DA'A bin HAMDAN bin SINBAR bin YATSRIBI bin YAHZAN bin YALHAN bin AR'AWY bin AID bin DAISYAN bin AISHAR bin AFNAD bin AIHAM bin MUQSHIR bin NAHITS bin ZARIH bin SUMAY bin MUZAY bin IWADHAH bin ARAM bin QAIDAR bin ISMA'IL as bin IBRAHIM as
(masih jadi perselisihan walau sebagian besar mereka menyepakatinya)
IBRAHIM as bin TARIH (AZAR) bin NAHUR bin SARU' ATAU SARUGH bin RA'U bin FALAKH bin AIBAR bin SYALAKH bin ARFAKHSYAD bin SAM bin NUH alaihis alam bin LAMK bin MATAUSYALAKH bin AKHNUKH atau IDRIS alaihisalam bin YARD bin MAHLA'IL bin QAINAN bin YANISYA bin SYAITS bin ADAM alaihi salam
(disepakati didalamnya ada data yang tidak benar)
Nabi ibrahim sendiri hidup sekitar tahun 1800 sebelum masehi...
Nabi muhammad SAW lahir hari senin tanggal 20 atau 22 april 571 Masehi atau tanggal 9 rabi'ul awal (4 bulan setelah peristiwa abrahah dan pasukan gajah berusaha menguasai mekah namun digagalkan Allah)
Nabi diangkat menjadi rasul bulan ramadhan malam tanggal 21, atau 10 agustus 610 Masehi saat beliau berumur 40 tahun 6 bulan 12hari menurut kalender hijriah atau berusia 39 tahun 3 bulan 20 hari menurut kalender Masehi
Nabi hijrah ke madinah hari jumat, 12 rabi'ul awal atau 27 september 622 atau 14 tahun kenabiannya
wafat hari senin 12 rabi'ul awal 11 Hijriah dalam usia 63 tahun 4 hari
Langganan:
Postingan (Atom)